Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

Al - Haya (Sifat Malu)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Guna mengisi dan melengkapi di akhir pekan kali ini, mungkin kita juga perlu sedikit rileks... sambil baca2 tulisan dan mudah2an bermanfaat.
Daaaaaaaaaaaannnnn apabila ada tulisan2 yang kurang berkenan kami memohon dengan sangat dapat dibukakan pintu maaf yang sebesar2nya.... 
Ok... tidak perlu bertele2 ...  dan kembali ke pokok topik tersebut ya... ok...ok.... heheheeee

Jadi................. pengertian dari pada Al-Haya itu; 
"Al haya adalah bagian iman yang utama,"Hasan ibnu atiah dari abi umammah; 'Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda;"Malu dan diam adalah cabang dari iman, sedangkan keji, keras (banyak omong) adalah cabang dari nifaq.

"Hadist ibnu mas'ud ra, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam bersabda;"Malulah kalian terhadap Allah, sebenar benarnya Malu?

'kemudian Sahabat bertanya, Bagaimana cara kita malu terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala yang sebenar benarnya.,?

'Rasulullah menjawab;"Barang siapa yang memelihara kepala, dan apa yang ada dalam perut dan isinya, serta meninggalkan hiasan kehidupan dunia,mengingat mati dan kesusahan, maka dia malu kepada Allah yang sebenar benarnya.

"Sesungguhnya setiap agama memiliki aturan akhlak, dan akhlak dalam Islam adalah malu" (HR Malik dan Ibnu Majah)

"Malu dan Iman merupakan dua hal yang tidak bisa di pisahkan, jika yang satu tiada, maka yang lain pun tiada pula" (HR Hakim)

"Malu termasuk bagian dari Iman, dan iman itu di dalam surga, sedang sifat mencela itu merupakan kebengisan, Dan itu dalam Neraka (HR Ahmad dan Tirmidzi)

"Ukuran Moral Islam terletak pada sifat malu, sejauh mana seseorang itu punya perasaan Malu, sampai disitulah batas dari kesempurnaan iman seseorang,

Karena sifat malu adalah suatu tindakan batin, Ia bersemayam dalam Qalbu dan akan memancarkan cahaya indah dalam setiap gerak langkah,Malu adalah sejenis perasaan, yang karenanya secara hakiki tidak bisa di buat dusta,

"seseorang yang mempunyai sifat malu akan membuahkan sifat terpuji., karena ia akan bertaubat dan menyesal apabila dirinya melakukan kesalahan , 'jika ia mendapat kebaikan ia merasakan sebagai taufik dari Allah, ia menjadi orang yang rendah hati, karena ia merasa apa yang dilakukan senantiasa diketahui oleh Allah.,

"Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda;"Malu itu tidak datang (membuahkan hasil), melainkan membawa dan membuahkan kebaikan."

"Al haya, Malu terhadap manusia semakna dengan muru'ah yaitu sifat menjaga kehormatan diri di hadapan manusia.,"Al haya, Malu terhadap diri sendiri yaitu sifat iffah yaitu memelihara kebersihan jiwa dari sifat tercela meskipun dalam keadaan menyendiri.,"Al haya merupakan ciri seseorang yang dekat kepada Allah (Muraqabah)dan selalu ingat dengan, Firmannya"Sesungguhnya telah Kami jadikan Manusia dan Kami mengetahui apa yang telah dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya" (QS Qaaf 16)

"Al Haya, adalah malu tapi malu bukan karena bersalah, atau sebab lain yang di sebabkan perasaan jelek.,"Al haya, adalah malu yang di dorong perasaan Hormat dan segan terhadap sesuatu yang di pandang dapat membuat dirinya terhina. 

Sssttt jangan lihat kanan kiri depan belakang, ayo kita lihat diri kita masing-masing, Adakah Rasa Malu itu dalam diri kita????

*** SALAM UKHUWAH ***

Selasa, 05 April 2011

Figur Seorang Ayah



Oleh : Ok Yadi

Kalau sebelumnya mengangkat topik “Kasih Sayang Ibu”, kali ini mencoba mengangkat topik “Figur Seorang Ayah”. Nah untuk lengkapnya silahkan di baca dan apa bila ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan kami memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.... Karna kesalahan ada pada kami dan kesempurnaan hanya milih Tuhan. Untuk mempersingkat waktu kita mulai ok....

Peran seorang ibu dalam sebuah rumah tangga sudah tidak diragukan lagi dalam kehidupan anak-anaknya. Lalu, bagaimana dengan peran seorang ayah? Seberapa pentingkah peran ayah jika dibandingkan dengan peran ibu? Peran keduanya sama-sama penting bagi keluarga, terutama bagi anak-anaknya. Berbeda? Tentu saja berbeda!

Seorang ayah dalam rumah tangga sering kali dianggap kurang istimewa dibandingkan seorang Ibu, padahal peran seorang ayah justru lebih berat. Sering kita mendengar orang-orang bersaksi bagaimana kebaikan hati ayahnya, namun pada saat yang sama ada teman-teman yang begitu tersayat hati sebab mereka tidak pernah merasakan sisi-sisi baik dari sang ayah, mereka merasa tidak ada sesuatu yang istimewa darinya.

Namun kita tidak bisa ingkar, sering juga kita bertemu dengan ayah yang tidak bertanggung jawab, ada ayah yang kerjanya mabuk-mabukkan, berjudi, malas kerja, kadang juga main pukul. Nah, kondisi demikian, membuat trauma isteri dan anak-anak, bagaimana ayah yang model demikian perlu dikasihi dan dihormati?

Figur seorang ayah merupakan pondasi bagi kehidupan kita. Seorang ayah bisa menjadi pribadi yang sangat lembut atau keras, tetapi mereka tetap akan menyayangi anak-anaknya serta keluarganya sepenuh hati.

Kita mesti tetap bersyukurlah, Tuhan itu tidak pernah salah memberikaan kepada kita, walaupun modelnya seperti apa itu tetaplah yang paling baik. Kepada mereka yang memiliki ayah yang dikategorikan baik, maka kemungkinan besar mereka justru memiliki kelemahan dan tidak kuat menghadapi ayah yang jahat. Itu sebabnya bila kita memiliki ayah yang tidak masuk kategori baik, kita tetap harus bersyukur, sebab Tuhan ternyata memberikan kekuatan pada kita untuk memiliki ayah yang seperti ini.

Seorang ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Seorang ayah merupakan pria yang menopang kehidupan kita, sebagai orang tua yang penyayang. Bagi para ibu, sosok ayah bagi anak-anaknya adalah seseorang yang dipercaya untuk menjaga anak-anaknya. Ayah merupakan satu-satunya orang lain selain ibu yang yang dapat memberikan rasa sayang sepenuh hatinya kepada anak-anaknya dan rela melakukan apapun demi mereka. Mereka juga menjadi tulang punggung keluarganya dan menghidupi keluarganya dari usaha yang dia lakukan.

Yang paling paling penting justru terletak pada kita saat ini, kalau kebetulan kita sudah menjadi orang tua yang memiliki anak-anak, maka kita perlu meneladani sikap ayah yang baik, dan mencoba menjadi ayah yang baik pula, kalau memang ayah kita kebetulan berkarakter jelek, kita tidak perlu mencontoh model yang demikian. Saya yakin tidak gampang mengubah diri, tetapi kita mesti percaya Tuhan akan menolong kita, asal kita mau berubah.

Yang menjadi pertanyaan adalah? Ayah, masihkah engkau menjadi kekasih hatiku? Kalau masih , bersyukurlah, kalau sudah tidak lagi, mari coba kita selidiki problemnya? Mudah-mudahan Tuhan memberikan kekuatan untuk berdamai kembali. Karena Tuhan maha pengampun dan lagi penyayang. Apa lagi figure seorang ayah sangatlah diharapkan dan di damba-dambakan oleh anak-anak dan akan dijadikannya sebagai panutan.

Semoga kita senantiasa selalu di limpahkan akan kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam segala hal..... Amin

Salam.

Kamis, 31 Maret 2011

Kasih Sayang Ibu


oleh: Ok Yadi

Aku ingat sebuah cerita ”Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak, tapi sepuluh orang anak tersebut belum tentu mampu mengurus seorang ibu”. Juga ku teringat kata-kata kecantikan seseorang bukan terletak pada fisikal tetapi di hati. Cinta sejati bukan pada apa yang dilakukan dan disanjung-sanjung tetapi pengorbanan tanpa diketahui.

Nah......
Selagi ibu kita ada di dunia ini, ciumlah dia, cium tangannya, senantiasa minta ampun darinya, berikan senyum kepadanya, bukan dengan bermasam muka, kasih ibu tiada tandingannya, ingatlah “SURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU”, penyesalan di kemudian hari tidak berguna, selagi hayatnya ada, curahkanlah sepenuh kasih sayang kepadanya

Pepatah yang mengatakan bahwa surga ada di telapak kaki ibu, itu bukan berarti kita mesti melihat telapak kaki ibu. Ini hanya merupakan sebuah isyarat nahwa kebahagiaan seseorang anak terletak di telapak kaki ibu, yang bisa diartikan sepanjang kehidupan ibu. Jika ibu kita masih ada, maka selama ini ibu tetap melangkahkan kaki untuk menciptakan kesempatan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Telapak kaki, bisa diartikan sebagai bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan tanah, maka itu bisa diartikan perjalanan hidup ibu. Selama ibu masih ada, selama itu pula kasih sayang ibu tercurah untuk anak-anaknya. Ibu akan terus berusaha memposisikan anak-anaknya agar bahagia.

Ibu adalah ibarat mentari yang menyinari setiap saat. Ibu adalah nafas kehidupan, seperti oase pelepas dahaga. Surga sebelum surga, cahaya sebelum cahaya. Betapa besarnya kasih seorang ibu kepada kita. Cinta dia yang dalam kepada kita sudah ditanamkan sejak kita masih berada di dalam kandungannya, belaian lembut dari jemari nya melebihi sutra, kasih sayangnya melebihi rindunya seorang kekasih. Cinta seorang Ibu kepada anaknya begitu hebat hingga tak mampu kita mengukurnya.

Bersyukurlah kita yang dilahirkan dan memiliki ibu yang selalu setia mendampingi kita setiap saat. Seperti cerita Nabi, ketika datang seorang pemuda menanyakan tentang apakah perbuatan baik kepada ibunya selama ini mampu membalas jasa kesetiaan ibunya sejak masih kecil hingga dewasa. Maka jawab Nabi "Semua yang engkau lakukan tak akan mampu membalas kebaikan ibumu walau hanya satu pukulan tanganmu di dalam perut ibumu".

Seorang Ibu akan selalu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita? Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi. Janganlah sampai kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat. Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita.
Ya Allah, curahkan kasih sayang-Mu pada kedua orang tuaku, teramat khusus untuk ibu. Allahummaghfirlanaa wali-waalidainaa warhamhumaa kamaa rabbayanii shaghiiraa. Amiin

*salam persahabatan

Senin, 24 Januari 2011

Jangan Menghukum Anak Kita


Orang tua menghukum anak? Ada dua alasan, seperti dipaparkan psikolog Ery Soekresno. Pertama, karena orang tua punya target atau standar tingkah laku untuk anaknya, "Namun ternyata standar itu tak dilakukan oleh anak." Kedua, ada tingkah laku tertentu yang ingin dihentikan oleh orang tua. "Mungkin tingkah laku itu baik, tapi karena berlebihan, jadi harus dihentikan."

Selain itu, menurut Ery, orang tua juga sering menghukum anak karena tak punya alternatif lain untuk menghentikan suatu tingkah laku anak.

Yang harus diperhatikan, ujar Ery, saat memberi hukuman kita juga harus melihat diri sendiri. Maksudnya, tega apa enggak. "Kalau enggak tega, ya, jangan beri hukuman yang berat-berat. Nanti kita malah jadi enggak konsekuen." Akibatnya, kita bisa dijadikan bulan-bulanan oleh anak. Celaka, kan!

Sering terjadi, kita suka mengancam anak, "Awas, kalau Kakak nakal lagi, nanti Bunda pergi." Tapi sering pula ancaman tersebut tak kita lakukan. Nah, cara seperti ini, menurut Ery, akan membuat anak memandang rendah ancaman. "Ah, paling Bunda cuma ngomong doang," begitu pikir si anak. "Jangan salah, lo, kemampuan anak untuk mengobservasi gerak tubuh dan mimik orang tua sangat tajam," kata Ery yang tak setuju orang tua menerapkan ancaman.

Jadi, tandas Ery, kalau memang kita sedang marah, ya, marahlah beneran. Jangan kita marah tapi muka tersenyum. Sebaliknya, jangan pula kita bilang sayang tapi nyubit atau memukul. "Itu, kan, nggak sinkron. Orang tua harus belajar membedakan antara marah dan sayang."

Yang tak kalah penting, tambah Ery, jangan pernah memberi label jika ada tingkah laku anak yang tak sesuai. "Orang tua harus memisahkan tingkah laku dan pelakunya. Tapi yang terjadi, kadang orang tua tak sadar dan membenci pelakunya."

Disiplin
Sebenarnya Ery lebih setuju kita menerapkan konsekuensi ketimbang hukuman. Sebab, konsekuensi berkaitan dengan disiplin, tak demikian halnya dengan hukuman. "Orang tua sering menyamakan kedua hal ini, padahal sebenarnya berbeda sekali. Hukuman adalah kontrol dari luar, sedangkan disiplin adalah kontrol dari anaknya sendiri," terangnya.

Disiplin atau disciple dalam bahasa Latin berarti belajar. Jadi, disiplin memberikan pelajaran kepada anak tentang bagaimana bertingkah laku yang seharusnya. "Dalam disiplin ada aturan, komunikasi dan penguat positif. Kalau aturan dijalankan dengan baik, anak akan mendapat hadiah. Misalnya, dipuji, dipeluk dan sebagainya, yang bisa memperkuat tingkah laku baik si anak." Sebaliknya, bila anak tak menjalankan aturan, ia akan mendapat konsekuensi.

Dengan disiplin, kita juga sekaligus menyatakan harapan kita kepada anak. "Biasanya anak akan merasa nyaman, tenang, dan damai, karena ia tahu apa yang diharapkan oleh orang tuanya." Misalnya, "Bunda ingin Kakak membereskan mainan setelah bermain." Atau sebelum bertamu ke rumah orang, kita bisa bilang, "Kita akan bertamu di rumah orang. Kalau belum dipersilakan, Kakak enggak boleh mengambil makanannya dulu, ya."

Disiplin harus diterapkan sejak dini dengan memperkenalkan beberapa aturan. Misalnya, melarang anak menyentuh stop kontak. "Tapi untuk anak yang masih dini, sebaiknya ruanganlah yang didisiplinkan," ujar Ery. Maksudnya, kita harus menciptakan lingkungan yang aman buat anak. Misalnya, kalau kita ingin vas bunga tak dipecahkan oleh anak, maka pindahkan vas tersebut ke tempat yang lebih aman. "Daripada orang tua bolak-balik bilang jangan ke anak."

Lain halnya pada anak yang lebih besar, orang tua harus mulai memberi aturan. Misalnya, "Kakak tak boleh memukul Adik karena dipukul itu sakit. Konsekuensinya, kalau Kakak memukul Adik berarti Kakak harus bermain sendiri." Atau, anak melempar mainannya, katakan, "Tidak boleh melempar-lempar mainan, karena mainan bisa rusak. Kalau Kakak melempar lagi, akan Mama ambil mainan itu untuk disimpan."

Jadi, tandas Ery, kita harus selalu berada dalam posisi membantu anak untuk bertingkah laku baik. "Jangan langsung memberi hukuman. Tapi ajarkan sebab-akibatnya, bahwa kalau ia bertingkah laku tertentu maka konsekuensinya begini."

Konsep Diri Negatif
Hukuman, terang Ery, hanya memberi tahu anak tentang kesalahannya tapi tak memberi tahu bagaimana ia seharusnya bertingkah laku. "Anak hanya tahu bahwa ia salah, tapi setelah itu so what, lalu apa? Ia tak diajarkan harus bagaimana."

Apalagi jika anak sampai diberi hukuman fisik yang juga disertai kata-kata menyakitkan. "Itu bisa membuatnya sakit hati, merasa direndahkan dan tak diberi kesempatan untuk memperbaiki tingkah lakunya." Biasanya anak akan tumbuh menjadi pendendam lantaran ia tak pernah didengar dan dihargai. "Mereka juga cenderung tak bisa menyelesaikan masalah dengan baik tapi dengan hukuman juga."

Yang lebih parah, hukuman dapat merusak konsep diri anak. "Anak jadi memiliki konsep diri negatif sehingga membuatnya tak percaya diri. Bawaannya takut melulu, enggak berani tampil, takut salah, dan sebagainya. Ia merasa bahwa yang ia miliki adalah kejelekan. Ia tak bisa menemukan aspek positif dari dirinya," papar Ery.

Ery mengingatkan, usia 3 sampai sekitar 6 tahun merupakan usia pembentukan (formative years) dan biasa disebut sebagai masa keemasan (golden years) seorang anak. "Masa ini tak mungkin terulang," tukasnya. Nah, bila di masa ini anak sering dihukum berarti ia banyak dilarang. Otomatis, kebutuhan anak untuk menjelajah, berinisiatif dan memupuk rasa ingin tahu menjadi terhambat. "Anak jadi tak punya inisiatif dan tak punya pendirian."

Dampak lainnya, anak menjadi conform, selalu berpendapat sama dengan orang lain. "Ia takut berbeda dengan orang lain. Karena kalau berbeda, ia takut diomeli." Disamping, potensi anak tak terealisir. "Anak jadi tak kreatif. Ia akan takut mencoba karena sudah penuh dengan ancaman."

Populer di Kalangan Teman
Lain halnya dengan disiplin, anak akan tahu apa konsekuensi dari tingkah lakunya. "Sehingga anak akan selalu memandang bahwa berbuat baik itu menyenangkan dan berbuat tak baik itu tak menyenangkan," bilang Ery.

Merujuk data penelitian, orang tua yang banyak melatih anak dengan batasan-batasan dan konsekuensi, biasanya akan memiliki anak yang lebih populer di kalangan teman-temannya. "Karena mereka tahu apa yang harus mereka kerjakan, kontrol dirinya bagus, tak mudah diombang-ambingkan orang."

Anak-anak yang demikian, lanjut Ery, memiliki prinsip dan biasanya kelak menjadi pemimpin. "Mereka tahu bahwa mereka punya kelebihan tapi juga punya kekurangan. Berbeda dengan anak-anak yang sering dihukum, tahunya cuma dirinya jelek saja."

Akhirnya Ery menyarankan kita agar mencoba untuk lebih sabar dan lembut dalam menghadapi anak. "Ini memang susah. Tapi ingatlah, kesabaran kita akan berbuah bahwa anak kita juga akan menjadi orang yang sabar."

Anak adalah "potret" orang tua. Iya, kan!
Hati-hati, lo, memberi label/cap negatif pada anak akan membentuk konsep diri yang salah. Pemberian label/cap yang positif semisal "pintar" dan "cantik" juga bisa berpengaruh negatif, lo.

"Kamu ini gimana, sih? Sudah dikasih tahu jangan gangguin adik tapi masih juga diganggu. Kamu ngerti enggak, sih, kalau Mama lagi repot? Dasar anak bandel!"

Sering, kan, mendengar sang ibu atau ayah berkata demikian kala marah pada buah hatinya. Dalam keadaan "lupa diri" akibat emosi yang meluap kerap terlontar kata-kata yang memberi label pada anak. Entah "anak bandel", "anak penakut", "anak cengeng", dan sebagainya.

*
Semoga bermanfaat dan Salam Persahabatan

Senin, 29 November 2010

Mencegah Terjadinya Perselingkuhan


Dari judulnya saja sudah mengundang kontrofersi ya..... heheheeeeee.......biarin aja...... siapa suruh ikutan baca isinya..... hahahahaaaa

Gini.... dalam kehidupan berpasangan, kadang permasalahan pasti timbul dan dari permasalahan yang kecil itu bisa berakibat membesar. Maka dari itu kami (ok Yadi) mencoba menuangkannya dan mudah-mudahan ada manfaatnya...... serta bila tidak ada manfaatnya atau ada kekurangannya mohon kiranya dapat dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.

Kali ini ok yadi akan mencoba menggali apa kiranya yang mungkin dapat mencegah atau minimal mengurangi terjadinya perselingkuhan tadi.

Setelah membaca artikel ini diharapkan semua rekan2 bisa mengambil hikmahnya, tapi bila tidak berkenan, aggap saja ini hanya tulisan belaka dan merupakan Hiburan. Tanpa tunggu waktu lama-lama, mari kita langsung saja, bagaimana cara mengatasi selingkuh ini......!!! (tarik mangggg)

Mencari pasangan yang setia
Carilah rekan2 pasangan yang tidak suka akan selingkuh. Ini sangat menetukan jadi jangan asal pilih pasangan. Jangan asal ganteng, jangan asal cantik, jangan asal kaya, pokoknya jangan asal asalan. Jangan mau dibutakan oleh cinta. Cinta dan nafsu itu betis alias beda tipis..... (kali ya..... hehehee)

Menerima pasangan apa adanya
Setiap orang pasti ingin memiliki pasangan yang sempurna. Meski pun dia tahu bahwa tidak ada manusia yang sempurna bahkan dirinya. Pada akhirnya, untuk memenuhi keinginannya itu dia menuntut pasangannya untuk bisa menjadi seperti apa yang diinginkannya. dan ini adalah sebuah kesalahan Fatal.
Menerima pasangan apa adanya, dan berusaha memberikan yang terbaik yang kita bisa adalah cara terbaik untuk mencegah adanya selingkuh.

Memberi yang terbaik
Berusaha menjadi yang terbaik. Manusia memang tidak ada yang sempurna. Tapi jangan jadikan itu sebagai alasan. Berusahalah menjadi yang terbaik, menjadi orang yang paling sempurna bagi pasanganmu. Kalau kamu sudah menganggap pasanganmu adalah yang terbaik begitu juga pasanganmu, menganggap kamu adalah yang terbaik buat dia. Maka tidak akan ada ruang untuk tumbuhnya benih-benih perselingkuhan. Logikanya, buat apa selingkuh? Toh, kita sudah memiliki seseorang yang terbaik yang mendampingi kita..! (harus percaya diri lah......)

Terbuka terhadap pasangan
Memendam masalah dan menyembunyikannya dari pasangan bukanlah sikap yang bijaksana. Bersikap terbuka dan mendiskusikan semua masalah untuk mencari pemecahannya bersama pasangan adalah jauh lebih baik. Selain untuk menjaga agar komunikasi berjalan dengan lancar dan menghindari kesalahpahaman, bersikap terbuka terhadap pasangan juga akan membuat pasangan kita merasa dihargai, merasa dibutuhkan, dan merasa diakui keberadaannya. Nah, dengan perasaan dibutuhkan inilah, perasaan selalu dibutuhkan inilah yang membuat pasangan kamu merasa nyaman berada di dekat kamu. Dan ini seperti sebuah kunci yang akan menutup rapat-rapat pintu selingkuh.

Saling percaya
Saling percaya diantara kita dan pasangan itu sangatnlah diperlukan. Rasa cemburu dan curiga yang berlebihan justru hanya akan membuka peluang untuk selingkuh. Siapa orangnya yang tahan kalau selalu dicemburui, selalu dicurigai. Setiap pertanyaan adalah sebuah teror. Seperti interogasi polisi terhadap tersangka aja...heheheheeee.

"Daripada repot-repot, kalau sudah tidak percaya ya putusin saja," begitu kata teman saya bilang... (kok enak aja putus begitu aja hehehee?

Selalu mencoba menjaga komunikasi
Komunikasi juga menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Kehilangan komunikasi dengan pasangan dapat menyebabkan hubungan menjadi mandeg. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa seseorang selingkuh. Seseorang yang kurang berkomunikasi dengan pasangannya, akan merasa sama dengan temannya atau orang lain yang tidak punya pasangan. Kalau sudah seperti ini godaan untuk berselingkuh sangatlah besar. Maka dari itu, menjaga komunikasi dengan pasangan menjadi mutlak diperlukan untuk mencegah selingkuh dan kualitas hubungan yang lebih baik lagi.

Mencoba menjaga sikap
Pada beberapa kasus dengan kondisi tertentu, godaan untuk berselingkuh tidak hanya berasal dari dalam diri dan faktor internal dalam hubungan antara dia dan pasangan. Tapi juga godaan yang berasal dari luar. Kita ambil contoh, "seorang pria yang dianugerahi berbagai macam kelebihan (ganteng, macho, kaya, pintar, dll yang bisa dianggap dan dikategorikan sebagai kelebihan). Pada tipe pria semacam ini, godaan untuk berselingkuh tidak hanya berasal dari dalam diri tapi terutama dari luar. Siapa sih, cewek-cewek yang nggak ingin berdekatan dengan pria seperti ini?" Maka,hal paling realistis untuk orang semacam ini adalah, menjaga sikap. Jangan terlalu banyak tebar pesona. Jangan bermain api kalau tidak ingin terbakar, dan jangan bermain air kalau tidak ingin basah kuyup..... kaya kena banjir aja yah...basah kuyup hehehehe ^_^

Senantiasa ambil langkah protektif
Ketika kita mulai merasa tertarik kepada seseorang yang bukan pasanganmu, segera ambil langkah protektif. Menarik diri, serta menjaga jarak sebelum tumbuh perasaan yang lebih kuat dan dalam adalah sikap yang paling tepat. Membiarkan diri terhanyut dalam perasaan itu, sama halnya dengan membiarkan diri terjerumus ke dalam jurang perselingkuhan yang gelap dan dalam.... (pa lagi masuk ke dalam laut pasti lebih dalam hahahaahaha).

Mencoba menjauhi sifat buruk
Senantiasa kita perlu menjauhkan diri dari sifat buruk yang bisa merusak hubungan dan hal-hal yang tidak disukai pasangan. Beritahukan juga kepada pasangan kita, apa saja hal-hal yang tidak kamu sukai.Ada beberapa sifat buruk yang bisa merusak sebuah hubungan, posesif, tidak jujur, terlalu banyak mengatur terlalu banyak menuntut, Egois,keras kepala, dan sifat-sifat lain yang bisa dianggap dan dikategorikan sebagai sifat buruk. Menjauhkan diri dari hal-hal tersebut sama saja dengan menjauhkan diri dari apa yang disebut selingkuh.

Menghindari sesuatu yang berbau selingkuh
Orang bilang tontonan akan menjadi tuntunan. Nah,kalau kita sudah dituntun oleh sesuatu yang berbau selingkuh, besar kemungkinan kita akan terjebak dalam arena yang sama yaitu.....Perselingkuhan..! (kali ye...) tapi itu mungkin aja ya. Hindari berada dalam lingkungan dan pergaulan yang didalamnya tumbuh subur perselingkuhan. Ingat, lingkungan dan pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap cara pandang dan cara berfikir seseorang. Ketika seseorang berada dalam sebuah ruang di mana selingkuh merupakan sesuatu yang lumrah, Bahwa selingkuh adalah sesuatu yang biasa, maka selingkuh baginya hanya tinggal menunggu moment yang pas. Tinggal menunggu waktu.

Menunjukkan segala bentuk perhatian
Sekecilapa pun, bentuk perhatian dari dan kepada pasangan adalah sangat berarti. Terkadang orang lupa bahwa perhatian kecil saja, bisa berdampak besar bagi kelangsungan sebuah hubungan. Ada hal kecil bila dilakukan akan berdampak cukup besar bagi keharmonisan sebuah hubungan. Contohnya :
- Senyum, sesuatu yang sangat mudah dilakukan tapi sering dilupakan. Senyum, hal kecil yang bisa berdampak besar dan membuat sesuatu yang luar biasa bagi orang yang melihatnya, terutama pasangan.
- Sesekali merayu dan memberikan pujian. Terkadang rayuan segombal apa pun bisa sangat bermanfaat, terlebih kalau momennya pas.
- dll

Istilah Tresno Jalaran soko kulino
Rasa cinta terhadap lawan jenis bisa timbul karena seringnya bertemu dan berduaan. Karena itu sebisa mungkin hindari untuk pergi berduaan bersama lawan jenis yang bukan pasanganmu. Kita juga harus pandai menentukan batasan-batasan, mana yang boleh mana yang tidak. Yang sekiranya rawan dan berbahaya, sebaiknya di hindari saja.

Membentengi diri
Hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan adalah membentengi diri. Kita bisa menanamkan sebuah pemahaman dalam diri kita bahwa selingkuh itu dosa dan tidak dibenarkan. Selingkuh itu salah walau dengan alasan apa pun “tak selamanya selingkuh itu indah”. Perselingkuhan selalu saja diakhiri dengan kekecewaan rasa sakit. Kasus paling hangat tentu saja Anang dan Krisdayanti. Semua itu bisa dijadikan contoh betapa selingkuh berdampak buruk pada akhirnya.....(heheheee kali ya mudah2an tdk seperti itu adanya)

Berusaha menjadi orang yang setia
Sebenarnya cara paling ampuh untuk mencegah selingkuh tidak berasal dari luar, tidak berasal dari ajakan orang lain, tidak juga dari bacaan-bacaan atau tips cara-cara mencegah selingkuh. Tapi dari dalam diri orang itu sendiri. Dari dalam diri seseorang yang memang tidak mau selingkuh, tidak mau mengkhianati pasangannya. Dari dalam diri seseorang yang selalu berusaha dan belajar untuk menjadi orang yang setia. Setia terhadap pasangan, setia terhadap janji-janji, dan setia terhadap cintanya.

Nah rekan2 semua maaf ini yang bisa kami suguhkan ke rekan2 semua..... mudah2an dapat bermanfaat dan kita dapat menjaga amanah yang semestinya, serta sekali lagi kami memohon maaf bila ada yang kurang atau membuat perasaan jadi gak enak.

Salam persahabatan,
Ok Yadi
*
artikel dari beberapa sumber yang telah kami edit.

Jumat, 04 Desember 2009

6 Dampak Negatif pada Anak Akibat Orangtua Bercerai

Perceraian tidak hanya menyakitkan bagi pasangan suami istri, tetapi juga bagi anak-anak mereka. Terkadang pasangan yang bercerai tidak memikirkan bahwa anak mereka bisa stres dan marah, bahkan depresi dan kehilangan jati diri. Di sekolah,
prestasi belajar anak menurun atau menjadi pendiam. Jika kondisi perceraian tidak bisa terelakkan lagi, lantas bagaimana membangkitkan kembali semangat anak usai perceraian orang tuanya?
Anak kerap mengalami masalah psikologis pascaperceraian orangtuanya.

Antara lain :

1. Confiliked Loyalty. Anak membenci atau mencintai salah satu orangtuanya. Bila orangtua mulai bertengkar, anak biasanya akan membenci salah satu dari orangtua. Orangtua yang lebih pandai memprovokasi anak dialah yang akan dicintai.

2. Loneliness. Terkadang anak sulit mengambil keputusan untuk membela salah satu orangtuanya. Ini akan membuat anak jadi merasa kesepian dan ditinggalkan.

3. Anxiety and feeling of in-security. Anak yang melihat konflik di antara orangtuanya mulai menderita ketakutan dan kecemasan yang tinggi apalagi jika mendengar kata cerai. Mereka takut kedua orangtuanya akan berpisah.

4. Feeling of rejection. Pada saat orangtua bersitegang dan berkelahi, anak-anak akan dihadapkan pada pilihan memihak siapa. Ini menyebabkan anak serba salah dan timbul perasaan ditolak.

5. Anger. Kemarahan anak tercetus dalam prilaku nakal, menjadi memberontak dan menimbulkan berbagai masalah di luar rumah, serta tidak begitu hormat dengan salah satu orangtuanya.

6. Pervasive sense of loss and emptiness. Anak mengalami depresi, menutup diri, hampa dan tak bermakna. Anak khawatir masa depannya yang kini nyaman dan terjamin akan menjadi hancur berantakan. Dari sinilah rasa frustasi dan depresi itu timbul.

Tips.
Jika perceraian tidak dapat terelakkan lagi, sebaiknya orangtua melakukan langkah-langkah agar perceraian tidak terlalu berdampak buruk pada anak-anak mereka.

* Orangtua sebaiknya tetap menjadi orangtua bagi anak-anaknya, serta tidak hanya berpikir sebagai pasangan suami dan istri. Jadi sebelum pasangan memutuskan untuk bercerai, jelaskan pada anak apa arti perceraian. Idealnya ketika membicarakan hal tersebut sebaiknya lakukan berdua agar tidak terjadi kesalahpahaman.

* Tekankan pada anak bahwa Mama dan Papanya akan tetap sayang, walaupun sudah tidak hidup bersama lagi. Katakan juga anda tetap menjadi orangtuanya. Misalnya kamu tetap bersekolah di sekolah kamu yang sekarang atau kalau anak tinggal dengan mamanya, tetap masih bisa menghubungi papanya.

* Tidak menunjukkan stres yang anda bawa dari perceraian tersebut kepada anak. Tunjukkanlah hal-hal yang lebih positif.

* Jika anak tinggal dan diasuh oleh salah satu orangtua dan orangtua yang tinggal bersama anak merasa tertekan, sebaiknya mencari bantuan pihak ketiga seperti keluarga, saudara, teman, konselor, atau yang dianggap mampu.

* Kenali anak anda dan lihat perubahan yang terjadi pada anak. Jika terjadi perubahan pada anak, Anda harus peka dan tidak menggap remeh perubahan tersebut, karena jika tidak segera ditangani dampaknya akan semakin buruk.

* Jalani rutinitas sehari-hari. Misalnya karena stres anda tidak mengurus diri sendiri dan rumah anda. Jika anda menjalani rutinitas seperti biasa, akan membuat anak tetap tenang.

* Tetap menjaga komunikasi dengan anak. Hal ini penting dilakukan agar orangtua mengetahui perasaan dan pendapat anak tentang perceraian anda.

Semoha bermanfaat.
Sumber >>infoKecantikan Edisi:07.TH.IV

Selasa, 27 Oktober 2009

DoLaLak


Diambil dari beberapa sumber bahwa kata dolalak konon masyarakat Purworejo mengatakan bahawa kata dolalak berasal dari kata Not : Do dan La, ya itu ucapan notasi lagu yang dinyanyikan oleh para serdadu - serdadu Belanda dalam tangsi pada jaman dulu, yang dominan dinyanyikan sambil menari - nari. Unsur-unsur gerak tarian dolalak memang terasa sebagai gerak tari keprajuritan.

Tapi dalam penampilannya sering terucap kata Do La La yaitu dari diambil dari lagu 1 - 6 - 6, yang oleh orang - orang Purworejo yang dekat dengan tangsi ditirukan menjadi dolalak, termasuk meniru gerakan dan motif busana yang dipakai para serdadu Belanda pada waktu itu yang akhirnya sampai kini menjadi kesenian rakyat Purworejo.

Awalnya kesenian dolalak tidak diiringi dengan instrumen musik namun cukup dengan vokal yang dinyanyikan berganti oleh para penari.

Tetapi dalam perkembangan selanjutnya masyarakat mulai menyukai kesenian tersebut, dan selanjutnya tarian dolalak diberi instrumen atau iringan dengan lagu - lagu tembang jawa serta lagu solawatan. memasuki dasawarsa ke- 5 yaitu abad XX kesenian dolalak ditarikan oleh para kaum pria di wilayah tertentu. Namun memasuki dasawarsa ke- 7 kurang lebih abad XX pertunjukan dolalak sudah boleh ditarikan oleh wanita. Dan penyebaranya sudah meluas sampai seluruh wilayah Purworejo.

Dimulai dari desa Kaligoro terus merembes kedaerah Kaligesing dan hampir diseluruh wilayah kecamatan kaligesing, timbul kesenian dolalak. Berangkat dari kecamatan Kaligesing, kesenian dolalak berkembang masuk sampai kota purworejo dan menjadi tontonan / pertunjukan rakyat kota yang menarik dan sangat digemari oleh masyarakat Purworejo.

Semua lapisan masyarkat se-Kabupaten Purworejo menilai bahwa pertunjukan tarian dolalak merupakan pertunjukan rakyat yang sehat. Karena jika kita amati dengan jeli, di situ ada jurus-jurus pencak silat atau bela diri. Ada gerak pukulan yang tajam mengarah titik-titik lemah lawan, tapi ada juga tangkisan-tangkisan yang menghentak untuk menghindari serangan lawan. Namun, keseluruhan gerak itu tak nampak patah-patah, seperti layaknya sebuah gerakan kanuragan. Masyarakat dan pemerintah senantiasa berupaya melestarikan, mengembangkan, meningkatkan, dan menyebarluaskan kesenian dolalak sesuai dan selaras dengan kemajuan jaman.

Kesenian dolalak merupakan sarana dan media pengumpulan masa, sekaligus sebagai hiburan yang sehat, murah dan meriah. Iringan instrumen atau musik adalah beduk, terbang, kendang , kecer, kentongn, pianika / urgan. Sedang untuk tata busana penari memakai kaos kaki dan topi pet berikut slempang yang sudah dimodifikasi sesuai penari yang dewasa ini sudah tidak di dominasi oleh kaum pria saja tetapi wanita pun sudah banyak yang menarikannya.

Syair lagu menggunakan bahasa indonesia dan jawa yang romantis. Mengenai properti penari biasanya mengenakan kaca mata hitam karena digunakan penari wanita saat trance, yaitu suatu kondisi mereka tidak sadar karena sudah begitu larut dalam tarian dan musik./ kemasukan / mendem. agar penari tampak cantik dan trendy. Penggunaan selendang awalnya hanya di lilitkan pada pinggang namun sekarang sudah menggunakan sampur cendala giri yang diikatkan di depan merupakan alat sabet kanan / kiri lazimnya orang menari. Kesenian dolalak merupakan hiburan / tontonan yang meriah dan senantiasa menjadi kebanggaan masyarakat Purworejo.

Faktor pendukung dari adanya tarian dolalak wanita adalah baik kalangan pejabat, perangkat, kaya, miskin, agama, umur, pedagang, petani, remaja, pelajar, mahasiswa, laki - laki, wanita sangat menyukai tari dolalak tersebut.

Sedang kalau dilihat dari faktor penghambat dari masyarakat sangat tipis karena pertunjukan kesenian dolalak sangat diminati penonton bahkan kuat sampai semalam suntuk sama halnya dengan wayang kulit.

NB: Diambil dari beberapa sumber >> kalau ada kesalahan mohon dimaafkan dan koreksinya serta masukannya.

Salam,

Rahasia Puasa


Sebagai muslim yang sejati, kedatangan dan kehadiran Ramadhan yang mulia pada tahun ini merupakan sesuatu yang amat membahagiakan kita. Betapa tidak, dengan menunaikan ibadah Ramadhan, amat banyak keuntungan yang akan kita peroleh, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat
kelak.

Disinilah letak pentingnya bagi kita untuk membuka tabir rahasia puasa sebagai salah satu bagian terpenting dari ibadah Ramadhan.

Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.

1. Menguatkan Jiwa
Dalam hidup hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya. (QS 45:23)

Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi. (HR. Tirmidzi)

2. Mendidik Kemauan
Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala.
Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah Saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran.

Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.

3. Menyehatkan Badan
Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.

4. Mengenal Nilai Kenikmatan
Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak
terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh.

Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasaakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS 14:7)

5. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain
Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina dan sebagainya.

Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, tapi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya.

Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka.
Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 9:103)

Sambut dengan Gembira

Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.

Kegembiraan kita terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Allah Swt, sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah Swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita
dari rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.

Popular Posts

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons