Rabu, 21 Juli 2010

Tidak Ada Yang Sia-Sia


Dalam kehidupan ini kita senantiasa harus memiliki rasa otimisme, karena rasa optimisme itu adalah bagaimana kita memandang hidup ini sebagai persembahan yang terbaik. Tidak ada segala sesuatu yang terjadi dengan begitu saja dan mengalir dengan rasa kesia-siaan. Pasti semuanya ada proses dan tujuan. Pastibya ada maksudnya juga. Mungkin saja kita pernah mengalami pengalaman yang buruk yang tak mengenakkan, maka dari keburukan itu hanya disebabkan karena kita melihat dari salah satu sisi sudut pandang saja.
Tapi bila kita mau dan berani menengok ke sisi yang lain, mungkin kita akan menemukan atau menjumpai suatu pemandangan dan pemahaman yang jauh berbeda.

Dalam menjalani kehidupan kita senantiasa tidak harus menjadi orang yang selalu tersenyum terus atau menampakkan raut wajah yang ceria. Karena rasa optimisme itu terletak di dalam hati kita dengan penyaluran melalui perantara yaitu indra-indra kita yang lainnya, bukannya hanya yang terlihat terpampang di permukaan saja. Maka jadilah rasa optimis itu, karena dalam menjalani kehidupan ini sangatlah rumit bila hanya dipandang dengan mengerutkan kedua alis kita.

Sebagai contoh, sebuah air mengalir yang sering kita lihat itu terdiri dari tetesan air yang sangatlah melimpah.
Karena dari setiap tetes air yang keluar dari mata air itu tahu bahwa mereka akan mengalir menuju ke laut. Walaupun dalam perjalanannya menemui masalah dan meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau juga muara. Tapi satu mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan mereka rela mesti harus menunggu di samudra yang luas, dari setiap tetes air itu tahu, suatu saat nanti bila panas dan angin telah datang maka mereka yakin bahwa mereka akan membawanya ke puncak-pucak gunung dan menjadikannya sebuah awan dan akhirnya akan kembali lagi berubah ujud, dan menurunkan hujan. Dari air yang turun itu sebagian menyuburkan rerumputan, sebagaian tertampung dalam sumur-sumur, Sebagian lagi akan kembali ke laut. Itulah proses yang mesti mereka lalui dan mereka jalani.

Dari proses sedemikian itu adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang kita temui di selokan rumah kita?. Tidak.

Salam persahabatan.
Semoga bermanfaat

Ada kata bijak :
Kebahagiaan kita akan tumbuh berkembang manakala kita membantu orang lain. Namun, bilamana kita tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering.

Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan membari. (J.Donald Walters)

Jumat, 02 Juli 2010

J I K A



Jika derita akan menjadi masa lalu yang pada akhirnya, maka mengapa mesti kita jalani dengan sepedih rasa.
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang pada nantinya.

Jika kesedihan itu akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa kita tidak menikmati saja, sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.

Jika luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa kita mesti membiarkan meracuni jiwa, sedang ketabahan dan kesabaran adalah hal lebih baik.

Jika kebencian dan kemarahan itu akan menjadi masa lalu yang pada akhirnya, mengapa kita mesti mengumbar sepuas jiwa, sedang menahan diri adalah lebih baik dan berpahala.

Jika kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa mesti pula kita tenggelam di dalamnya, sedang taubat itu lebih utama.

Jika harta kita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa pula kita mesti ingin dikukuhi sendiri, sedang dengan kedermawanan justru akan melipat gandakannya.

Jika kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa kita juga mesti membusungkan dada dan membuat kerusakan di dunia ini, sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia ini agar sejahtera.

Jika Cinta akan menjadi masa lalu yang pada khirnya, maka mengapa pula kita mesti ingin memiliki dan selalu bersamanya, sedang dengan memberi saja akan lebih banyak menuai arti.

Jika kebahagiaan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa kita mesti merasakannya sendiri, sedang berbagi itu akan membuatnya lebih bermakna dan bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Jika hidup ini akan menjadi masa lalu pada akhirnya, maka mengapa pula kita mesti mengisinya dengan kesia-siaan belaka, sedangkan begitu banyak kebaikan bisa dicipta.

Dan pada suatu hari nanti, saat semua telah menjadi masa lalu, kita semua pasti ingin ada di antara mereka yang beralaskan diatas permadani sambil bercengrama dengan tetangganya, saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu, hingga mereka mendapat anugerah itu.

******
Maaf ini hanya tulisan biasa dan mudah-mudahan ada manfaatnya, serta dapat kita renungkan sejenak......

Kata Bijak :
“Ketahuilah, hal-hal terindah di dunia ini terkadang tak bisa terlihat dalam pandangan atau teraba dengan sentuhan; mereka hanya bisa terasakan dengan hati.”
Helen Keller, Penulis Tuna Wicara-Netra AS (1880-1968)

Salam,

Popular Posts

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons