Selasa, 26 April 2011

Ketekunan Kita dan Rasa Syukur


Bersyukur
Kata syukur, mudah di ingat tapi kadang kita lupa akan makna bersyukur. Dan senantiasa kita hendaknya selalu mensyukuri apapun yang menimpa diri kita bukan saja masalah yang datang ataupun keberuntungan, dengan bersyukur akan menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan dari pada sisi negatif dari hidup.
Lain orang, lain juga menyimpulkannya dan mungkin lain juga mengatakannya bahwa kita tidak realistis.

Bersyukur dapat mendorong kita untuk senantiasa bergerak maju dengan penuh antusias dan penuh harapan, karena jikalau kita mau selalu bersikap baik dan selalu bersyukur maka itu dapat mempengaruhi dalam menjalani hidup ini.

Jika kita semakin banyak bersyukur, semakin banyak kita menerima, bukannya semakin banyak kita mengingkari maka akan semakin berat beban yang kita jejalkan pada diri kita sendiri, tapi kebanyakan orang selalu terpaku pada kegagalan lalu dia akan mengingkarinya.

Dalam kehidupan ini sangatlah sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya, tapi jikalau belum berhasil maka yang timbul rasa menggerutu dan berkeluh kesah. Tapi pada prinsipnya kita dapat berhasil kerena kita mau berusaha, sedangkan usaha yang kita lakukan itu bisa kita tingkatkan kerena kita melihat selalu dari segi positifnya, dan bila rasa syukur itu timbul maka rasa itu akan tetap ada.

Ketekunan Kekuatan Kita (K3)
Karena prinsipnya apa yang kita raih sekarang adalah hasil usaha-usaha kecil yang kita lakukan terus-menerus. Keberhasilan bukanlah sesuatu yang turun begitu saja. Bila kita yakin pada tujuan dan jalan yang baik, maka kita harus memiliki rasa ketekunan untuk tetap berusaha. Ketekunan adalah kemampuan kita untuk bertahan di tengah tekanan dan kesulitan, Maka kita harus tetap selalu mengambil langkah yang terbaik untuk tingkat selanjutnya. Bukannya terus kita berhenti di langkah dan mempertahankannya, tapi kita seyogyanya selalu upayakan agar terus meningkat. Memang jika kita semakin jauh melangkah semakin banyak rintangan yang menghadangnya. Tapi bagaimana kita mau maju kalau kita belum mencobanya sudah menyerah lebih dulu?

Kita mesti selalu ingat bahwa setiap langkah kita maka akan mempengaruhi juga nilai dari diri kita sendiri. Tapi……. Seyogyanya apapun yang kita lakukan janganlah sampai kita kehilangan ketekunan. Karena dalam ketekunan tersimpan akan daya tahan kita.

Nah… mungkin kita pernah mendengar salah satu pepatah yang berbunyi ribuan kilometer langkah yang tercapai pasti dimulai dari satu langkah, terus sebuah langkah besar, sebenarnya itu terdiri dari langkah-langkah kecil yang terangkai. Dan langkah pertama keberhasilan kita mestinya dimulai dari rumah kita sendiri, ya rumah kita sendiri dan berada ada di dirikita sendiri. Rumah kita yang paling baik yang ada di diri kita sendiri adalah hati kita. Ya karena itulah sebaik-baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali.
Makanya apapun yang di awali dari dalam hati, maka akan menyentuh hati pula. Karena itu marilah kita mulai kemajuan kita denagn memajukan hati, kemudian pikiran kita dan usaha-usaha kiata, serta selalu didampingi dengan rasa syukur.

Ketekunan akan hadir bilamana kita melakukan sesuatu yang positif dengan benar-benar dari dalam hati kita maka pada saatnya kita akan mendapatkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung keping uang, yaitu : bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan mendapatkan kebesaran dalam jiwa kita.

Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil tersebut mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya ? Yaitu bila disertai dengan secercah kasih sayang didalamnya. ucapan terima kasih, senyuman, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja. namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih berharga dari pada sekantung keping uang kita.

Nah…. Semoga bermanfaat, dan apa bila ada kekurangan kami memohon sudi kiranya para sahabat membukakan pintu maaf kepada kami.

Salam,

Senin, 11 April 2011

9 Pantangan untuk di Makan saat Ibu Hamil


By : Ok Yadi
Anda sedang hamil? Siap-siap mencoret beberapa makanan atau minuman dalam menu sehari-hari ya... Bagi Anda yang gemar bertualang dalam dunia cita rasa, kehamilan mungkin terasa bagai sebuah ‘ganjalan’.
Pasalnya, demi menjaga kesehatan si kecil, Anda akan ‘kebanjiran’ petuah seputar apa yang boleh dikonsumsi dan apa yang harus benar-benar dipantang. Dan kalau berbicara mengenai pantangan, sering kita mendengar banyak pantangan makanan bagi wanita hamil. Ada yang bilang makanan itu dapat memengaruhi kesehatan bayi. Ada pula yang bilang dapat mengakibatkan keguguran.

Nah.... maka dari itulah, memang tak semua informasi itu benar, juga tak sedikit pula yang menyatakan pantangan itu sebagai mitos. Namun, banyak pantangan makanan yang telah diuji dan diperkuat secara medis. American Pregnancy Association (APA) menyebutkan sembilan makanan yang tak boleh dikonsumsi saat hamil, dan kira-kira apa sajakah itu?

Nah jenis – jenisnya mungkin ini hanya sebagai masukan yaitu :

Daging atau Ikan Mentah
Hobby makan sushi tampaknya harus ditunda dulu ya. Daging atau ikan yang dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu sangat beresiko mengandung bakteri berbahaya seperti toxoplasma dan salmonella.

Ikan Bermerkuri
Memang tidak mudah membedakan ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi. Namun, Anda sebaiknya menghindari makanan-makanan kalengan atau tidak terlalu sering mengonsumsinya.

Telur mentah atau setengah matang
Sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi telur mentah ataupun setengah matang. Bakteri Salmonella pada umumnya tinggal di sana sangat berbahaya bagi kandungan.

Aneka saus berbahan dasar telur mentah
Karena telur mentah atau setengah matang menjadi pantangan, maka salad dressing, mayonaise, ice cream homemade, custard, ataupun cream kue sebaiknya dihindari. Coret semua menu makanan yang mengandung telur mentah dari daftar menu makan Anda.

Soft Cheese
Keju-keju impor juga sebaiknya dihindari karena ditengarai bahwa keju impor mengandung bakteri yang disebut Listeria. Bakteri ini cukup berbahaya karena bisa menyebabkan pendarahan, hingga keguguran.

Susu non-pasteurisasi
Sama halnya dengan soft cheese, susu non-pasteurisasi juga ditengarai membawa bakteri Listeria.

Kafein
Beberapa studi mungkin memperbolehkan wanita hamil mengonsumsi kafein. Namun, menurut studi yang ditemukan APA mengatakan bahwa kafein sangat berpengaruh terhadap keguguran, terutama pada usia kehamilan trisemester.
Kafein merupakan zat yang memicu untuk berkemih. Sehingga tubuh menjadi lemah, mudah dehidrasi, dan kekurangan kalsium. Saat ini, dunia medis membatasi pengonsumsian kafein tidak lebih dari 300mg per hari untuk mencegah keguguran tersebut.

Alkohol
Minuman ini sudah lama masuk dalam daftar TIDAK BOLEH DIKONSUMSI bagi wanita hamil. Seperti diketahui, alkohol sangat berbahaya bagi siapapun yang tidak hamil. Ancaman alkohol selain berbahaya bagi ginjal dan jantung, juga berbahaya bagi seluruh bagian tubuh lainnya.

Alkohol bisa dikatakan sebagai racun, yang akan mengacaukan sistem syaraf jika dikonsumsi secara terus menerus. Pada ibu hamil dan menyusui, alkohol dapat menyebabkan gangguan mental pada bayi, dan gangguan kehamilan lainnya.

Sayuran mentah
Tak hanya ikan dan daging, sayuran mentah juga sebaiknya dihindari. Selain ancaman toxoplasma, pestisida yang dibawa oleh sayuran akan mengganggu perkembangan bayi di dalam kandungan. Sehingga pastikan semua sayuran yang Anda konsumsi dalam keadaan matang.

Nah para ibu, berhati-hatilah menjaga kehamilan agar angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan dan mudah-mudahan bermanfaat.(yahoo)

Selasa, 05 April 2011

Figur Seorang Ayah



Oleh : Ok Yadi

Kalau sebelumnya mengangkat topik “Kasih Sayang Ibu”, kali ini mencoba mengangkat topik “Figur Seorang Ayah”. Nah untuk lengkapnya silahkan di baca dan apa bila ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan kami memohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.... Karna kesalahan ada pada kami dan kesempurnaan hanya milih Tuhan. Untuk mempersingkat waktu kita mulai ok....

Peran seorang ibu dalam sebuah rumah tangga sudah tidak diragukan lagi dalam kehidupan anak-anaknya. Lalu, bagaimana dengan peran seorang ayah? Seberapa pentingkah peran ayah jika dibandingkan dengan peran ibu? Peran keduanya sama-sama penting bagi keluarga, terutama bagi anak-anaknya. Berbeda? Tentu saja berbeda!

Seorang ayah dalam rumah tangga sering kali dianggap kurang istimewa dibandingkan seorang Ibu, padahal peran seorang ayah justru lebih berat. Sering kita mendengar orang-orang bersaksi bagaimana kebaikan hati ayahnya, namun pada saat yang sama ada teman-teman yang begitu tersayat hati sebab mereka tidak pernah merasakan sisi-sisi baik dari sang ayah, mereka merasa tidak ada sesuatu yang istimewa darinya.

Namun kita tidak bisa ingkar, sering juga kita bertemu dengan ayah yang tidak bertanggung jawab, ada ayah yang kerjanya mabuk-mabukkan, berjudi, malas kerja, kadang juga main pukul. Nah, kondisi demikian, membuat trauma isteri dan anak-anak, bagaimana ayah yang model demikian perlu dikasihi dan dihormati?

Figur seorang ayah merupakan pondasi bagi kehidupan kita. Seorang ayah bisa menjadi pribadi yang sangat lembut atau keras, tetapi mereka tetap akan menyayangi anak-anaknya serta keluarganya sepenuh hati.

Kita mesti tetap bersyukurlah, Tuhan itu tidak pernah salah memberikaan kepada kita, walaupun modelnya seperti apa itu tetaplah yang paling baik. Kepada mereka yang memiliki ayah yang dikategorikan baik, maka kemungkinan besar mereka justru memiliki kelemahan dan tidak kuat menghadapi ayah yang jahat. Itu sebabnya bila kita memiliki ayah yang tidak masuk kategori baik, kita tetap harus bersyukur, sebab Tuhan ternyata memberikan kekuatan pada kita untuk memiliki ayah yang seperti ini.

Seorang ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Seorang ayah merupakan pria yang menopang kehidupan kita, sebagai orang tua yang penyayang. Bagi para ibu, sosok ayah bagi anak-anaknya adalah seseorang yang dipercaya untuk menjaga anak-anaknya. Ayah merupakan satu-satunya orang lain selain ibu yang yang dapat memberikan rasa sayang sepenuh hatinya kepada anak-anaknya dan rela melakukan apapun demi mereka. Mereka juga menjadi tulang punggung keluarganya dan menghidupi keluarganya dari usaha yang dia lakukan.

Yang paling paling penting justru terletak pada kita saat ini, kalau kebetulan kita sudah menjadi orang tua yang memiliki anak-anak, maka kita perlu meneladani sikap ayah yang baik, dan mencoba menjadi ayah yang baik pula, kalau memang ayah kita kebetulan berkarakter jelek, kita tidak perlu mencontoh model yang demikian. Saya yakin tidak gampang mengubah diri, tetapi kita mesti percaya Tuhan akan menolong kita, asal kita mau berubah.

Yang menjadi pertanyaan adalah? Ayah, masihkah engkau menjadi kekasih hatiku? Kalau masih , bersyukurlah, kalau sudah tidak lagi, mari coba kita selidiki problemnya? Mudah-mudahan Tuhan memberikan kekuatan untuk berdamai kembali. Karena Tuhan maha pengampun dan lagi penyayang. Apa lagi figure seorang ayah sangatlah diharapkan dan di damba-dambakan oleh anak-anak dan akan dijadikannya sebagai panutan.

Semoga kita senantiasa selalu di limpahkan akan kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam segala hal..... Amin

Salam.

Popular Posts

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons